DuMBoTouch BlogsTer


TAHUN YANG ANEH
November 24, 2008, 2:50 pm
Filed under: dumbotouch

Saya mengambil judul posting ini mengutip dari sebuah acara reality show di sebuah televisi swasta yaitu hari yang aneh, karena memang tahun ini bagi saya adalah tahun yang aneh. Tahun yang sebetulnya tahun kebahagiaan saya karena di tahun ini saya baru bisa melaksanakan akad dan resepsi pernikahan yang tadinya akan dilaksanakan dua tahun sebelumnya. Tetapi saya tidak bisa merasakan kebahagiaan itu seutuhnya dikarenakan satu dan lain hal.

Jadi begini ceritanya (he2..sok serius banget sih gw). Hari itu (30 Agustus 2008) tepat satu minggu hari pernikahan kami baru selesai dilaksanakan, tiba-tiba ponsel saya berbunyi dengan nada dering yang saya pakai untuk no ponsel yang tidak dikenal. Begitu saya ambil saya perhatikan rasa-rasanya saya mengenal no tersebut, dan ternyata benar ketika di angkat beliau adalah X-My Bos di perusahaan yang pernah saya kerja. Beliau membawa kabar yang sangat mengejutkan. Karena dari isi pembicaraan kami, beliau mengajak saya untuk bekerja di sebuah perusahaan konsultan yang sedang menangani proyek pemerintah yang dinamakan PNPM MANDIRI. Saya kaget bukan kepalang karena ternyata lokasi yang ditawarkan sangatlah jauh dari tempat tinggal kami yaitu di Medan sedangkan saya dan istri saya berdomisili di Bandung. Saya pun tidak bisa mengambil keputusan dengan se-enaknya karena pada saat itu kebetulan istri saya sudah masuk kantor alias bekerja seperti biasa. Saya pun berpikir keras mencoba mencari jalan terbaik buat kami berdua karena disitu hanya ada dua pilihan untuk saya, yaitu:

 1.    Saya harus mengambil tawaran pekerjaan ini, karena kebetulan saya baru resign dari prusahaan sebelumnya. dengan catatan saya harus berani meninggalkan istri yang baru saya nikahi satu minggu yang lalu dari 30 agustus 2008.

2.   Saya harus menolak tawaran pekerjaan ini. karena saya tidak mau meninggalkan istri saya karena sayang dan takut tidak akan mengizinkan saya pergi karena kami baru saja menikah (masa mau ditinggalin) dan berkeyakinan kalau saya bisa mendapatkan pekerjaan kembali di Bandung.

 Saya terus didesak dengan dua keputusan tersebut, saya coba untuk memberi tahu istri saya lewat telepon seluler bahwa bla dan bla (hanya inti nya saja yang bisa saya sampaikan karena hal itu tidak mungkin kami bahas lewat telpom seluler). Setelah itu saya pun langsung mabur pergi ke rumah orangtua saya untuk membicarakan hal ini. Tanggapan orangtua saya yaitu ibu karena kebetulan saya sudah tidak memiliki ayah (almarhum) saat itu langsung sontak kaget “HAAAAHHH MEDAN”, begitulah kira-kira kata-kata pertama yang keluar dari mulut ibu saya. Sebetulnya ibu merasa senang sekaligus sedih karena selain menjadi seorang suami dari istri saya, saya pun menjadi seorang ayah dari adik-adik. Singkat cerita ibu mengizinkan dengan catatan harus mendapat izin dari istri saya. Detik demi detik hingga berganti jam saya tunggu akhirnya istri pun datang dengan muka lelah yang ia bawa dari kantor (kae oleh-oleh ja hihi..). Saya tidak lansung membuka pembicaraan tentang hal itu, saya mempersilahkan untuk mandi, makan dan istirahat terlebih dahulu. Setelah keadaan rileks barulah saya mengutarakan apa yang ingin saya sampaikan. Tapi ternyata istri saya dengan nada tenang meskipun sedikit terpaksa mengizinkan saya untuk pergi merantau mencari sesuap nasi dan kebutuhan keluarga sehari-hari. Dan akhirnya dengan berat hati, dua hari kemudian saya langsung terbang ke Medan menggunakan pesawat di terminal 1A. Hingga saya menulis posting ini saya belum pernah bertemu dengan istri saya lagi karena saya hanya bisa pulang empat bulan sekali.

Dan beginilah sekarang hidup yang saya alami, dipenuhi dengan rasa sono rindu dengan istri saya. Dan sering sekali berbicara sendiri (duh..deudeuh teuing istri a kasihan istri saya, baru menikah satu minggu sudah saya tinggalkan demi setumpuk uang yang cukup menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup). Begitulah kira-kira kata-kata yang selalu terucap dari hati saya. Dan dengan tanpa menyesal serta dengan rasa perjuangan yang tinggi, saya tetap bertahan demi istri dan keluargaku. Pengalaman yang saya alami ini telah menjadikan diri saya menjadi lebih kuat untuk menjalani segala hal dengan keyakinan dan kepercayaan yang sepenuhnya saya serahkan pada yang kuasa. Sekaligus telah menjadikan tahun ini tahun yang aneh buat saya dan istri tentunya.ckckck.. Lov u Bunda..




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.